Rapat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dibuka oleh pimpinan rapat dengan menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh dosen dan pihak terkait. Rapat dilaksanakan sebagai bagian dari koordinasi dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan akademik Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, khususnya dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan perkuliahan semester ganjil. Pimpinan rapat menyampaikan bahwa diperlukan koordinasi yang baik antara pimpinan program studi dan seluruh dosen agar proses pembelajaran, penyusunan perangkat pembelajaran, pembagian tugas mengajar, serta pengembangan kurikulum dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan standar mutu akademik yang telah ditetapkan.
Pada agenda berikutnya disampaikan kembali visi dan misi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai arah pengembangan program studi dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penyampaian visi dan misi dimaksudkan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan akademik yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa memiliki keterkaitan yang jelas dengan arah pengembangan program studi. Dalam hal ini dikaitkan juga dengan pembahasan penggunaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) model terbaru berbasis Outcome-Based Education (OBE). Disepakati bahwa penyusunan RPS harus mengacu pada capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), sub-CPMK, indikator ketercapaian, metode pembelajaran, pengalaman belajar mahasiswa, serta sistem asesmen yang dapat mengukur ketercapaian hasil belajar mahasiswa.

Dalam pembahasan tersebut ditekankan bahwa RPS tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi harus menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian dan kompetensi mahasiswa. Oleh karena itu, setiap dosen pengampu mata kuliah diminta untuk melakukan penyesuaian RPS dengan model OBE yang telah ditetapkan oleh program studi. RPS untuk mata kuliah semester ganjil harus sudah selesai paling lambat satu minggu sebelum perkuliahan dimulai. Secara khusus, seluruh RPS OBE untuk mata kuliah semester ganjil paling lambat tanggal 18 September sudah harus dikumpulkan ke Program Studi untuk dilakukan pemeriksaan, penyesuaian, dan dokumentasi.
Rapat juga membahas tindak lanjut penggunaan Learning Management System (LMS) UMU Buton setelah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek). Dosen diharapkan dapat memanfaatkan LMS sebagai sarana pendukung pembelajaran, baik untuk penyampaian materi, pemberian tugas, pengumpulan tugas mahasiswa, evaluasi pembelajaran, maupun dokumentasi aktivitas perkuliahan. Selanjutnya dibahas mengenai perencanaan penerbitan modul pembelajaran Bahasa Inggris sebagai salah satu upaya pengembangan bahan ajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Modul diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta mendukung pencapaian CPL dan CPMK.
Penyusunan modul akan diarahkan agar tidak hanya berisi materi teoritis, tetapi juga memuat aktivitas pembelajaran, latihan, tugas, evaluasi, serta konteks pembelajaran yang relevan dengan karakteristik mahasiswa dan kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris. Untuk mendukung keberlanjutan program, dosen diharapkan dapat berkontribusi dalam penyusunan modul sesuai dengan bidang keahlian dan mata kuliah yang diampu serta pengembangan mata kuliah penciri program studi yang berkaitan dengan budaya lokal, sastra, dan budaya Buton. Mata kuliah tersebut dipandang penting sebagai bagian dari identitas dan distingsi program studi, khususnya dalam mengintegrasikan kekayaan bahasa, sastra, sejarah, dan budaya lokal ke dalam pendidikan Bahasa Inggris.
Dalam pembahasan ditekankan bahwa mata kuliah penciri perlu memiliki kejelasan posisi dalam struktur kurikulum, bobot SKS, capaian pembelajaran, bahan kajian, serta keterkaitannya dengan visi keilmuan program studi. Pengembangan mata kuliah juga diharapkan mampu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami, mengkaji, mendokumentasikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal Buton secara akademik. Integrasi budaya lokal dalam kurikulum diharapkan menjadi kekuatan dan keunikan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Materi dapat diarahkan pada pengenalan sastra lokal, tradisi, nilai-nilai budaya, kearifan lokal, sejarah budaya, bahasa daerah, serta berbagai bentuk ekspresi budaya Buton yang dapat dikaji melalui perspektif pendidikan Bahasa Inggris. tak lupa pula membahas pengelolaan dan pelaksanaan pembelajaran bagi mahasiswa pada program/mata kuliah ETP semester III dan EW semester I. Pembahasan diarahkan pada kesiapan perkuliahan, pembagian kelas, pengampu mata kuliah, serta kebutuhan pembelajaran mahasiswa pada masing-masing semester.
Dosen diharapkan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan mahasiswa pada setiap jenjang semester sehingga strategi pembelajaran, materi, tugas, serta evaluasi dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa. Program studi juga akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan perkuliahan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.






