UMU Online-Sosialisasi Empat Pilar MPR R.I. dilaksanakan dengan peserta mahasiswa berasal dari beberapa kampus di wilayah KEPTON dimana UMU Buton sebagai tuan rumah di Aula Hotel Mira dengan melibatkan seluruh mahasiswa UMU Buton, Program MPR R.I ini harapannya dapat tersosialisasi kepada mahasiswa, kegiatannya berlangsung selama 1 hari yang dipercayakan pada Universitas Muslim Buton yaitu MPR Goes to Campus, dengan sosialisasi Empat Pilar secara indoor dan outdoor. Kedatangan Anggota MPR R.I dipimpin langsung oleh Ir. Waode Hamsina Bolu.
Acara Sosialisasi Empat Pilar MPR R.I dimulai pada jam 8,00 pagi setelah terlebih dahulu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilajutkan dengan Do’a pembukaan. Universitas Muslim Buton mengahdirkan sekitar 200 Mahasiswa bersama sama dengan Para Wakil Rektor, dan para Dekan, sementara dari pihak Yayasan Pendidikan Indonesia Kepulauan Buton dihadiri oleh Ketua Yayasan H. Ibrahim Marsela dan Universitas Muslim Buton diwakili Wakil Rektor 1, Rektor dalam sambutannya yang diwakili wakil rektor 1, menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Ibu Wa ode Hamsina Bolu selaku anggota MPR R.I dan dilanjutkan sambutan Ibu Hamsina Bolu berharap bahwa melalui acara Empat Pilar MPR R.I akan menambah wawasan mahasiswa dalam pemahaman Negara kesatuan R.I ( NKRI) dan memberikan kesempatan kepada Mahasiswa berdikusi langsung akan Materi Empat Pilar.MPR.R.I.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pendidikan Indonesia Kepulauan Buton H. Ibrahim Marsela, dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini yang dilakukan di Universitas Muslim Buton dan mengapresiasi kehadiran Ibu Waode Hamsina anggota MPR R.I dan atas keterbatasan informasi sehingga pada hari ini hanya bisa dihadiri sebagian mahasiswa.

Selanjutnya Inti Acara Sosialisasi Empat Pilar MPR.R.I disampaikan dengan baik oleh Ibu Waode Hamsinan Bolu selaku anggota MPR R.I dengan memberikan pemahaman-pemahaman tentang berbangsa dan bernegara serta pemahaman tentang NKRI. Dimana untuk menjadi Negara yang maju, tentu diperlukan manusia yang cerdas dan berintegritas, yag dapat menguasai teknologi, Ilmu yang hanya dapat diperoleh di Kampus sebagai kunci kemajuan melalui pengetahuan dan pendidikan, maka bersyukurlah para mahasiswa yang bisa mengenyam pendidikan di Universitas Muslim Buton salah satu Pergurtuan Tinggi diwilayah KEPTON, yang telah membangun masyarakatnya melalui pendidikan. Peran Kampus dalam kemajuan Bangsa di Republik Indonesia dan yang menjadi pelopor kemajuan itu adalah Mahasiswa. Membangun masa depan melalui Ilmu bukan dengan harta kekayaan yang bisa habis yang sering malah membuat pertengkaran ditengah keluarga. Masa depan adalah Ilmu yang kita miliki, maka bila sayang masa depan, rebutlah ilmu, seperti dikutip dari semboyan Bung Karno, bila tidak ingin menjadi kuli di Negeri sendiri maka rebutlah ilmu. Menyoroti massive nya korupsi, beliau mengingatkan bahwa memiliki ilmu saja tidak cukup, namun harus ada trust, saling percaya dan saling menghormati , jangan mengukur segala nya dengan uang. Harus ada Nilai (values) sebagai dasar integritas, bukan hanya memperkaya tanpa memikirkan dari mana hasilnya.
Kalau semua dinilai dengan uang, maka bediri berkat dari atas langit dan bumi tidak akan turun. Kita sebagai bangsa di dipersatukan Pancasila sebagai dasar Negara yang mempunyai kesamaan hak sebagai bangsa yang berdaulat. Mahasiswa sebagai agen perubahan bisa memberi pencerahan kepada Masyarakat. Dalam masa-masa pilkada sering terjadi money politics, kita harus hati-hati dan jangan sampai merasa berutang budi karena apapun yang diberi oleh kandidat, harus kita cek siapa dia (track record nya), kita harus bijaksana. Betapa banyak pejabat yang tertangkap KPK, maka jangan dibiarkan terus berlangsung hal-hal yang tidak membangun Negara dengan kesadaran penuh, pilihlah pemimpin yang dengan penuh kesadaran, maka keberkahan dari langit dan bumi akan kita peroleh.
Indonesia sudah merdeka 72 tahun, maka kita harus mempertahankan Ideologi Negara kita yaitu Pancasila, jangan ribut masalah suku, agama dan perbedaan, karena Indonesia ada melalui sejarah yang panjang dan dengan penuh perjuangan oleh seluruh rakayat Indonesia, Negara kita bukan milik satu golongan, tapi Bhinneka Tunggal Ika. Pemaparan Ibu Waode, sangat padat dengan nilai-nilai kebangsaan yang memotivasi para Mahasiswa untuk mencintai NKRI. Acara selanjutnya adalah forum diskusi, beberapa pertanyaan pun dilontarkan para Mahsiswa yang dijawab dengan jujur dan lugas, dan akhir acara pun berakhir pada jam 15.00 dengan sesi photo bersama.






