Selama Datang FKIP UMU Buton

March 2023

KEGIATAN “KEASWAJAAN” Tema “ Dari Masjid Membangun Islam dan KeIndonesiaan” dengan Topik “ Murotal dan Kuliah Tujuh Menit ” kerjasama IBI dan Keaswajaan Centre UMU Buton

IBI UMU BUTON, 28/03/2023.  Bulan Ramadhan 1444 H /2023 diisi dengan kegiatan Murotal dan kultum oleh civitas akademik Unversitas Muslim (UMU) Buton.  Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesia Buton Institut (IBI) bekerjasama dengan Keaswajaan Centre, Senin 28 Maret 2023 bertempat di Masjid Panti Muslimin Kota Baubau.  Sebanyak 30 peserta dari civitas kademik, mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan, beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain mengaji ayat-ayat pendek dan Kuliah tujuh menit.  Hadir ditengah-tengah peserta Ketua Yayasan Pendidikan Kepulauan Buton Drs. Ibrahim Marsela, M.M dan Rektor UMU Buton Dr. Sudjiton, S.E., M.M, Direktur Indonesia Buton Institut (IBI) Muhammad Filtar, S.Pi., M.P.W.K dan Direktur kemahasiswaan Muhammad Ikhsan. Dipilinya topic kegiatan ini karena relevan dengan visi kampus UMU Buton menciptakan kualitas sumber daya manusia yang berahlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, selain itu kegiatan murotal dan kultum merupakan cara UMU membudayakan para civitas akademik untuk terbiasa membaca Qur’an dengan santai, religius dan moderat” jelas Drs. H. Ibrahim Marsela, M.M. Acara ini dimulai dengan pengajian oleh mahasiswa dan akan dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit, artinya bahwa surah al-Qur’an akan menjadi topic kuliah tujuh menit nanti oleh narasumber, diharapkan kita semua yang jadi peserta ini dapat berpartisipasi mengaji dan atau paling tidak membawakan kuliah tujuh menit, bisa melihat dari arti dan tafsir agar dapat terarah dan dapat dimengerti maksud dan tujuan surah Qur’an dan ayat-ayatnya” kata Ustaz Amsir. Pengajian dan kultum ini merupakan sarana proses belajar kita, karena dengan demikian akan terbiasa nantinya mengkaji isi kandungan Al-Alqur’an, hal terpenting adalah bahwa dengan kegiatan murotal dan kultum seperti ini akan meningkatkan kualitas dan kemampuan tiap-tiap peserta, mengingat kampus UMU Buton ini memiliki label Muslim, maka sangat perlu ada pemahaman mendalam dari setiap insan akademis didalamnya, kedepan mungkin saja lebih diperluas lagi untuk menghadirkan narasumber dari luar” kata Muhammad Filtar. Saya sebagai mahasiswa setuju dengan kegiatan ini, bila perlu semua mahasiswa hadir, karena ini merupakan sarana bagi para mahasiswa untuk mendorong bakat dan minatnya dibidang daqwa agama, saya pribadi bisa mendorong teman-teman seprodi saya untuk hadir, disini kita bisa diskusi banyak hubungan prodi yang kuliahkan dengan nilai-nilai keagamaan yang  ada dalam surah-surah  Qur’an” kata Irwan salah seorang mahasiswa prodi bisnis. Kegiatan seperti ini sangat penting, jangan kita lupa bahwa antara ilmu dan pengetahuan harus berbasis nilai-nilai agama, sehingga apa yang kita sebut karakter building yang mengarah kepada terbinanya ilmu, iman dan taqwa atau imtaq itu terjamin pada pelaksanaan tingkat pegabdian kepada masyarakat, bahwa jika ilmu saja yang diperoleh maka kita belum lengkap, kegitan ini sama dengan membangun kesadaran keimanan dan penyadaran tentang ketauhidan kita, tentang ilmu, iman dan taqwa harus sejalan sebagai bentuk rahmatan lil alamin, ilmu secara akademik memberikan kita rasionalitas berpikir, iman merupakan bagian dari rukun iman tentang adanya Allah s.wt yang mengontrol dan taqwa ada semacam komitmen tentang apa saja yang ada dialam ini adalah dari-Nya yang Maha Besar” jelas Rektor Dr. H. Sudjiton, S.E., M.M.. Secara kerjasama saya dari Keaswajaan bersama dengan Indonesia Buton Institut, akan selalu berkonsultasi satu sama lain, dalam rangka menemukan strategi-strategi yang tepat dan atau topic-topik yang tepat untuk kegiatan seperti ini, saya akan selalu membuat catatan kaki yang bersifat monitoring dan evaluasi atas perkembangan kegiatan murotal dan kultum ini agar keaswajaan bisa dikembangkan pada topic-topik lain selain murotal dan kultum, semisal khusus kepada prinsip, nilai keaswajaan serta praktek implementasinya kedepan, jadi bukan hanya kegiatan ngaji agar terlihat akademik seperti yang diharapkan’ tambah Ustaz Amsir. Editor : Muahamad Firman Syah

KEGIATAN “KEASWAJAAN” Tema “ Dari Masjid Membangun Islam dan KeIndonesiaan” dengan Topik “ Murotal dan Kuliah Tujuh Menit ” kerjasama IBI dan Keaswajaan Centre UMU Buton Read More »

KEGIATAN “ENTREPRENEUR WANTED” Tema “ Orientasi Pusat Informasi Konseling Remaja dan Mahasiswa (PIKR)” bersama dengan IBI UMU Buton dan BKKBN Kota Baubau.

UMU BUTON ONLINE, 21/03/2023. Kegiatan Orientasi ini merupakan kegiatan Indonesia Buton Institut (IBI) Universitas Muslim (UMU) Buton bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) hari (Senin,21/03/2023) bertempat di aula pertemuan UMU Buton dilakukan kegiatan orientasi PIKR kepada mahasiswa Universitas Muslim Buton.  Kegiatan orientasi ini diikuti oleh para dosen dan mahasiswa sebanyak 30 peserta sejak 08:00 dan selesai pukul 12:00 Wita.  Acara dibuka dan dipimpin Plt. Indonesia Buton Institut (IBI), Muhammad Filtar, S.Pi., M.P.W.K. Dalam penyampaiannya memohon maaf atas ketidak hadiran bapak Rektor dan Ketua Yayasan UMU Buton karena ada urusan yang sama pentingnya dengan kegiatan hari, namun demikian keduanya memberikan dukungan penuh kepada kegiatan ini karena seluruh civitas akademik akan memahami tujuan orientasi PIKR,  orientasi sangat bermanfaat membangun  ketahanan keluarga dimasa depan, hal ini tentu terkait dengan terciptanya kualitas sumber daya manusia, jelas plt. Direktur IBI “ Muhammad Filtar, S.Pi., M.P.W.K. Ketua Yayasan Pendidikan Kepulauan Buton UMU Buton menyampaikan bahwa kegiatan itu harus diikuti dan disukseskan, karena itu kegiatan yang penting utamanya untuk peningkatan pemahaman bagaiman membangun keluarga yang kuat, yang berkualitas terbebas dari berbagai ancaman, terutama para mahasiswa agar mengetahui posisi mereka, kegiatan orientasi BKKBN sangat relevan dengan visi UMU Buton, yaitu terciptanya kualitas sumber daya manusia, yang berarti bahwa UMU Buton pada prinsipnya berupaya untuk menghadirkan kualitas sumber daya mahasiswa yang sehat, intelektual, akademis dan berpartisipasi terhadap pembangunan bangsa” jelas Drs. Ibrahim Marsela, M.M. Orientasi ini berdasar pada fenomena keluarga-keluarga kita saat ini, ada anggota keluarga yang terjebak dengan berbagai pergaulan bebas karena lemahnya kontrol dan rencana keluarga, maka dari itu BKKBN memprogramkan PIKR kepada setiap kelompok pemuda dan mahasiswa yang meliputi kegiatan Generasi berencana (Gendre), pernikahan dini dan antisipasi pemakaian narkoba “ kata Tim BKKBN Baubua Ansarudin. Seorang tim sosialisasi mengatakan bahwa generasi berencana adalah generasi yang terbebas dari keinginan untuk melakukan pertama pernikahan dini karena mereka tau bahwa pernikahan dini pernikahan dini sangat beresiko paling tidak usia perkawinan sesuai UU Nomor 16 Tahun 1979 dimana usia perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun, kedua terbebas sex bebas yang berpotensi terjangkiti berbagai penyakit jahat antara lain HIV/Aids dan hal ini sangat berbahaya terhadap eksistensi remaja dan juga merusak masa depan keluarganya setelah menikah nantinya, untuk hal ini BKKBN rutin bertemu untuk sharring dengan Departemen Agama, dan ketiga generasi muda terhindar dari pengaruh narkoba, saat ini generasi milenium banyak yang terpapar dengan narkoba sehingga BKKBN harus turun melakukan sosialisasi di kampus-kampus” jelas Mujijat. Diakhir kegiatan orientasi ini Muhammad Filtar, S.Pi., M.P.W.K mengatakan bahwa pada prinsipnya sosialisasi pentingnya ketahanan membangun keluarga ini sama dengan upaya kita semua dan kerjasama kolaboratif antara lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah seperti kampus-kampus, hal yang terpeting adalah bahwa orientasi telah memberikan masukan yang produktif kepada para mahasiswa untuk antisipasi dini, tentu misi teman-teman BKKBN bukan hanya melakukan orientasi tapi juga diakhir kegiatan ini diharapkan terbentuk suatu program atau rencana kerja dan terbentuknya lembaga suatu unit kerja khusus tentang tentang misi kebaikan untuk generasi terencana kampus yang dimulai dari mempersiapkan kesadaran mahasiswa, sehingg visi kampus sejalan dengan tujuan BKKBN sebagai lembaga pemerintah” jelasnya. Editor : Muhamad Firman Syah

KEGIATAN “ENTREPRENEUR WANTED” Tema “ Orientasi Pusat Informasi Konseling Remaja dan Mahasiswa (PIKR)” bersama dengan IBI UMU Buton dan BKKBN Kota Baubau. Read More »

Ketua Program Studi kewirausahaan UMU: BauBau Harus Mampu Ciptakan Jagoan Pelaku UMKM

UMU Online-18 Maret 2023 Ketua Program Studi Kewirausahaan Sanusi, SE,MM mengatakan, Kota BauBau harus mampu menciptakan SDM  jawara atau jagoan wirausaha di tengah kemudahan berusaha pada saat ini yang didukung berbagai platform digital baik e-commerce ataupun sosial media. “Penduduk BauBau itu punya mitos jadi daerah domisinya para jawara atau jagoan. Sekarang kita harus ubah ini karena kita harus menghadirkan entrepreneur baru. Jadi mari kita ciptakan jawara atau jagoan wirausaha,” ucap Ketua Program Studi Kewirausahaan UMU Buton Sanusi, SE,MM  dalam acara Entrepreneur Wanted di Universitas Muslim Buton, Kota BauBau kamis (18/3). Lebih lanjut, Ketua Program Studi Kewirausahaan FEB UMU Buton Sanusi, SE,MM sebagai salah satu nara sumber dalam pelaksanaan Entrepreneur wanted yang dihadiri mahasiswa dari berbagai program studi UMU Buton menambahkan saat ini, merek lokal sangat diminati oleh masyarakat. Hal ini dapat menjadi momentum yang tepat bagi generasi muda untuk beralih menjadi pebisnis. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, perguruan tinggi sebagai tempat bernaungnya generasi muda untuk menuntut ilmu dapat sekaligus mengoptimalkan peran untuk menjadi inkubator bisnis bagi para mahasiswa. “Inkubator bisnis di perguruan tinggi harus diperbaiki, dampingi mahasiswanya. Jangan bikin produk yang sudah ada. Tapi kembangkan potensi lokal. Misalnya Kota BauBau bisa mengembangkan bisnis tukang cukur. Belum ada jasa layanan antar tukang cukur kan. Ini bisa dikembangkan,” kata Ka Prodi Kewirausahaan. Ka Prodi Kewirausahaan  optimistis, UMU Buton dapat mengambil peran dalam menciptakan UMKM masa depan yang dapat menguasai ekonomi digital bahkan hingga level global. Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Yusman Sutoyo  mengatakan untuk menjadi pebisnis, passion menjadi hal yang sangat pentingMenurutnya, dengan memiliki sesuatu hal yang diminati, produk yang akan dihasilkan akan diciptakan tanpa ada beban dan rasa cinta pada produk sendiri akan secara otomatis terbentuk. “Kalau mau bisnis harus punya passion. Harus senang dengan sesuatu hal yang memang kalian minati. Kita kalau mau berusaha harus cinta produk kita. Sehingga kerja sampai jam berapa pun enggak berasa capek,” ucap Yusman. Salah satu potensi yang dimiliki Kota BauBau, kata Yusman,  ialah industri pengrajin kuningan  Menurutnya, industri pengrajin kuningan sudah ada selama 100 tahun di Indonesia, sama dengan Gucci yang merupakan industri fesyen dari Italia. Sementara itu, Rektor UMU Butonberharap acara  Entrepreneur Wanted yang dilaksanakan setiap hari kamis dapat menumbuhkan inovasi bagi para mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha. “Mudah-mudahan dengan acara ini dapat menumbuhkan inovasi karena kunci keberhasilan  kota BauBau adalah inovasi. Saya ucapkan terima kasih atas penyelenggaraan acara ini kepada Direktorat Indonesia Buton Institute (IBI) UMU Buton. Semoga kita dapat menghadirkan wirausaha sukses dan mapan,” kata  Dr. H. Sujiton, SE.,MM. Acara ini juga dirangkai penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara BNI 46 BauBau dengan Universitas Muslim Buton. Selain itu, Kepala BNI 46 BauBau juga melakukan penanaman pohon di Kampus UMU Buton dalam rangka mendukung Gerakan Kampus Hijau. Penulis: Firman Syah

Ketua Program Studi kewirausahaan UMU: BauBau Harus Mampu Ciptakan Jagoan Pelaku UMKM Read More »

TRACER STUDY LINGKUP PERGURUAN TINGGI SULAWESI TENGGARA LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI WILAYAH IX  

UMU ONLINE: Univeristas Muslim Buton mengikuti Lokakarya Pusat Karir dan Penelusuran Alumni  (Tracer Study) lingkup Perguruan Tinggi Sulawesi Tenggara Lembaga Layanan Pendidikan Wilayah IX yang dihadiri langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah IX Drs. Andi Lukman, M. Si. Kegiatan ini dihadiri oleh 47 perwakilan Perguruan Tinggi di Wilayah IX yang diadakan di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam-enam Kendari Jl. Lahundape Kec. Kendari Barat, Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Tracer Study merupakan studi pelacakan jejak lulusan atau alumni yang dilakukan kepada alumni 2 tahun setelah lulus. Tracer Study bertujuan untuk mengetahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia kerja, output pendidikan yaitu penilaian diri terhadap penguasaan dan pemerolehan kompetensi, proses pendidikan berupa evaluasi proses pembelajaran dan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pemerolehan kompetensi serta input pendidikan berupa penggalian lebih lanjut terhadap informasi sosiobiografis lulusan. Tracer Study mampu menyediakan berbagai informasi yang bermafaat bagi kepentingan evaluasi hasil pendidikan dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan dan penjaminan kualitas pendidikan tinggi. Tracer Study juga dapat menyediakan informasi penting mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja professional, menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi pemangku kepentingan (Stakeholders) kata narasumber Pertama Bapak Ari Kusuma dari Universitas Kristen Indonesia. Manfaat Tracer Study bagi perguruan tinggi yakni 1). Dapat mengetahui penyebaran lulusan perguruan tinggi kita (informasi alumni); 2).  Sebagai bahan evaluasi perguruan tinggi terhadap lulusan yang dihasilkan apakah telah memenuhi standar kompetensi yang sesuai dengan dunia kerja; 3). Sebagai Informasi mengenai kompetensi yang relevan bagi dunia kerja, dapat membantu upaya perbaikan kurikulum dan sistem pembelajaran; 4). Sebagai  salah satu nilai tambah dalam proses akreditasi perguruan tinggi. Manfaat bagi dikti sebagai alat monitoring Ditjen Dikti terhadap lulusan perguruan tinggi ketika memasuki dunia kerja kata narasumber kedua Bapak Bobby Poerwanto dari Universitas Negeri Makassar. Manfaat mengikuti kegiatan ini diantaranya 1). Dapat memperoleh bimbingan secara langsung cara penggunaan Tracer Study kemendikbud dari cara registrasi sampai pengunggahan data; 2). Informasi mengenai pelaksaan tracer study terkoordinasi di tingkat PT, Kegiatan dilakukan secar reguler setiap tahun dan terdokumentasi Intrumen harus Seragam dan dilaksanakan di pusat Karir; 3. Pemahaman mengenai kesalahan unggah data saat penggunaan Tracer Study.

TRACER STUDY LINGKUP PERGURUAN TINGGI SULAWESI TENGGARA LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI WILAYAH IX   Read More »

Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi Universitas Muslim Buton

UMU Online, Setelah  bulan januari tahun 2023  lalu Tim Akreditasi Universitas Muslim Buton melakukan submit borang akreditasi melalui laman BAN-PT (https://sapto.banpt.or.id), awal tahun 2023 ini dua bulan kemudian  dilakukan asesmen lapangan. Asesmen lapangan dilaksanakan secara offline  di kampus Universitas Muslim Buton   pada Senin – Selasa, 07 – 08 maret 2023. Kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi Universitas Muslim Buton ini dilakukan oleh 3 Asesor dari BAN-PT, yakni Prof. Dr. Ir. Mursalim, MP dari Universitas Hasanuddin Makassar, dan Prof. Dr. Muhammad Nasir, SE.,M.Si dari Universitas Fajar, dan Dr. Nitha Vera Frelly Liando, S.Pd, M.A dari Universitas Negeri Menado. Para Pejabat Struktural Universitas Muslim Buton Terkait dan Segenap civitas akademika Universitas Muslim Buton, khususnya tim akreditasi Perguruan Tinggi telah menyiapkan data-data yang dibutuhkan sekaligus menghadirkan beberapa stakeholder terkait, baik dari pihak tendik Universitas Muslim Buton, mahasiswa, dosen serta mitra kerja sama. Asesmen lapangan ini bertujuan untuk mengkonfirmasi data dan informasi yang diajukan tim akreditasi perguruan tinggi  sebagai dasar dalam penilaian akreditasi Institusi UMU Buton serta untuk menjamin proses akreditasi perguruan Tingii Universitas Muslim Buton. Pada hari pertama, ketiga asesor mempertanyakan sekaligus mengkonfirmasi kepada pihak pengelola/pejabat struktural Perguruan Tinggi  terkait kesesuaian data yang ada di LED (Laporan Evaluasi Diri) dan LKPT (Laporan Kinerja Perguruan Tinggi) yang sebelumnya telah disubmit. Acara dibuka pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.30 WIB. Selama proses tersebut, pihak asesor memberikan saran dan masukan untuk dilengkapi segera mungkin agar bisa dilakukan perbaikan dalam proses penilaian.

Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi Universitas Muslim Buton Read More »

Rapat Kerja Perguruan Tinggi Universitas Muslim Buton “Tingkatkan Mutu”

UMU Online, Rapat Koordinasi Pejabat Struktural dan pegawai Universitas Muslim Buton  Periode ke 1 Tahun 2023 diselenggarakan pada Rabu, 16 Maret  2023 bertempat di Aula Kampus Universitas Muslim Buton. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB diawali dengan pengantar kata dari Rektor Universitas Muslim Buton Dr. H. Sujiton, SE, MM. menjelaskan, bahwa tujuan kegiatan Raker ini untuk menghasilkan serta mewujudkan target yang sudah ditentukan. beliau juga berharap untuk selalu tingkatkan kebersamaan antar civitas akademika, senantiasa jujur, dan akuntabilitas harus lebih ditingkatkan. Sehingga terbentuk tata kelola Perguruan Tinggi yang unggul. Ketua Badan Penyelenggara Universitas Muslim Buton Ibrahim Marsela dalam paparannya menjelaskan tema yang diusung merupakan pencapaian tiga pilar utama Triologi  kampus UMU Buton (kolaborasi dalam berkarya, disiplin dalam berkarya dan Ikhlas dalam berkarya). Pengambilan tema pada Raker kali ini sudah sangat tepat. Karena merupakan langkah-langkah pencapaian tiga pilar utama Triologi  UMU Buton. Yaitu Kampus yang dihuni pegawai yang penuh kolaborasi, Kampus yang di huni pegawai yang penuh disiplin, dan Kampus yang dihuni pegawai yang  Ikhlas dalam berkarya” jelas beliau. Lanjut Ibrahim Marsela bicara tentang Tata kelola Perguruan Tinggi yang baik serta peningkatan karir dosen, Ibrahim Marsela  menyoroti tiga aspek yang harus diperkuat dan dibenahi dalam kaitannya mencapai tata kelola PT yang baik yakni; Statuta, Dosen dan Sistem Penjaminan Mutu Internal. Turut hadir unsur pimpinan dan staf serta memberikan tanggapan  atas pemaparan ketua badan penyelenggara UMU Buton sebagai pengisi acara. Raker kali ini banyak membahas mengenai tata kelola perguruan tinggi, khususnya dalam rangka  mengembangkan perguruan tinggi Universitas Muslim Buton sebagai salah satu perguruan tinggi swasta dilingkungan lembaga layanan pendidikan tinggi wilayah IX. Pemaparan Ketua Badan Penyelenggara UMU Buton banyak terkait Pembahasan mengenai cara peningkatan mutu dan kualitas perguruan tinggi UMU Buton  banyak dibahas dalam rapat kerja 2023 yang melibatkan seluruh Civitas Pegawai UMU Buton. Panitia raker menghadirkan narasumber Ketua Badan Penyelenggara karena dianggap banyak mendalami perjalanan tata kelola UMU Buton sebagai PTS baru diwilayah Kepulauan Buton.

Rapat Kerja Perguruan Tinggi Universitas Muslim Buton “Tingkatkan Mutu” Read More »

MENYOAL MANDAT LEMBAGA DAN TATA KELOLA PERGURUAN TINGGI UMU BUTON SHARING INSPIRATIF PENYUSUNAN ANALISIS JABATAN DAN TATA KELOLA UMU BUTON

UMU ONLINE-Universitas Muslim Buton (UMU Buton) 13 Maret 2023, melalui Direktorat Administrasi Umum dan Sumber Daya menggelar Sharing inspiratif  Analisis Jabatan dan tata kelola UMU Buton  bertempat di Aula Universitas Muslim Buton  dibuka Rektor Universitas Muslim Buton. Peserta merupakan pejabat structural dan staf pelaksana pada direktorat, fakultas, prodi, dosen dan tendik. Rector Universitas Muslim Buton Dr.H. Sujiton.,SE.MM,  dalam sambutanya terus mengharapkan pentingnya integritas diri dalam mengemban tugas sebagai seorang dosen maupun sebagai bagian dari masyarakat, berikan perhatian secara sungguh-sungguh terhadap tugas yang diemban sebagai dosen. Kalau mau sukses mesti harus bekerja dengan penuh integritas diri. Diera global ini dibutuhkan kreatifitas, inovasi, dalam kolaborasi dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai akdemisi. Karena itu saya berharap kepada seluruh civitas kademika UMU Buton mari kita abdikan diri di UMU Buton untuk kepentingan dan kemajuan bersama, tidak ada yang gratis dalam hidup ini, semuanya membutuhkan perjuangan dan pengorbanan untuk bisa mencapai kesuksesan. “Melalui Sharing inspiratif  ini diharapkan dapat menghasilkan kualitas penyusunan Anjab (Uraian Tugas, Mandat) dan tata kelola perguruan tinggi mapu beradaptasi dengan dinamika peraturan pemerintah dan tuntutan masyarakat.  ,” ucapnya. Sementara itu, Ketua Yayasan pendidikan Indonesia Kepulauan Buton  mengatakan tujuan dilaksanakanya Sharing Inspiratif  penyusunan Anjab dan tata kelola UMU Buton  untuk mengimplementasikan GOOd Government Universitas yang telah dicanangkan beberapa bulan yang lalu, kita berharap membangun kelembagaan UMU Buton yang ramping tapi kaya fungsi akan mampu mendorong kinerja seluruh elemen dilingkungan Universitas Muslim Buton mampu memberikan prestasi terbaiknya  terhadap amanah implementasi tridarma umu buton ditengah-tengah masyarakat Kepton. Melalui Sharing Inspiratif  itu, sambung Ibrahim Marsela, peserta diharapkan memahami substansi analisis jabatan dan analisis beban kerja, tata kelola umu buton, serta memahami penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja pada unit kerja dilingkungan umu buton.  Tata kelola umu buton  dimaksudkan untuk membangun sebuah kampus yang baik dari segi perundang-undangan dan budaya akademik. Sehingga tidak memunculkan otorisasi oleh para pemangku kepentingan pengelolanya. Kampus bukanlah suatu lembaga yang birokratis dan kaku dalam tata kelolanya, namun harus fleksibel dan dinamis dalam setiap proses kegiatannya.  Kemudian yang paling penting adalah pengelolaan umu buton  harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat dan pemerintah. Sehingga tidak hanya sekadar berdiri namun prinsip-prinsip tata kelolanya tidak ada. Sehingga tidak muncul pameo di masyarakat dengan ucapan “kampus abal-abal”. Memang, tidak mudah mengelola perguruan tinggi. Terlebih lagi dalam mengelola PTS, yang pada umumnya dimiliki oleh yayasan. Tentu, tidak pula bisa dipungkiri, pendidikan tinggi saat ini sudah menjadi komoditi industri. Kompetisi yang begitu ketat di dalam dunia pendidikan tinggi, membuat para pengelolanya harus ekstra keras dalam mengemudikan kampusnya masing-masing. Kalau salah dalam tata kelolanya, maka tidak tertutup kemungkinan kampus tersebut akan menutup dirinya sendiri karena sudah tidak ada peminatnya. Untuk itu mari kita mengelola pendidikan tinggi dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan good governance. Dengan cara seperti ini, maka lulusan demi lulusan yang dihasilkan oleh umu buton akan semakin berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan di masyarakat. Input, proses, outpout, dan outcome yang dijalankan secara baik dan benar akan menjadikan kampus yang berkualitas dan excellent.

MENYOAL MANDAT LEMBAGA DAN TATA KELOLA PERGURUAN TINGGI UMU BUTON SHARING INSPIRATIF PENYUSUNAN ANALISIS JABATAN DAN TATA KELOLA UMU BUTON Read More »

JALAN SEHAT BERSAMA BUMN Tema “ Bersama BUMN Menuju Indonesia Sehat”

TMC UMU BUTON, 12/03/2023. BUMN melalui Bank BRI Cabang Baubau kembali menyelenggarakan kegiatan Jalan Santai, kegiatan   jalan santai atau berjalan kaki merupakan kegiatan fisik yang sederhana dan mudah dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.   Jalan santai BUMN yang ke-25 tahun ini diikuti dengan maupun pihak swasta dan kalangan perguruan tinggi.  Kegiatan jalan santai ini diikuti oleh Bapak Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse, S.Pd dan Bapak (Pj) Sekretaris Daerah (sekda) Drs. M.Z. Tamsir Tamim., M.Si,   terlihat ikut turut serta meramaikan kegiatan jalan santai.  Walikota Baubau dalam penyampaiannya selamat HUT BUMN ke-25 tahun, sekaligus memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan jalan santai, dan berharap agar tertib acaranya. Rute jalan santai dimulai dari titik start Kotamara melewati jalur Pantai Kamali menuju SMA 1 Baubau Kelurahan Tomba Kelurahan Bataraguru dan Masjid Raya Baubau dan berakhir kembali di  Kotamara. Universitas Muslim (UMU) Buton sama Bank BRI  jalan sehat BUMN yang digagas oleh kementerian BUMN merupakan kegiatan ini bagian dari acara HUT ke-25 BUMN. Secara khusus Ketua Yayasan Pendidikan Kepulauan Buton UMU Buton Bapak Drs. H. Ibrahim Marsela, M.M, memberikan dukungan dan ucapan selamat kepada BUMN ke-25  tahun, dengan mengerahkan civitas akademik dan  mahasiswa untuk mengikuti kegiatan jalan sehat, diharapkan para dosen, tendik dan mahasiswa ikut memeriahkan kegiatan jalan santai tersebut, jelas Ketua Yapik UMU Buton. Ditambhkan oleh Bapak Drs. Ibrahim Marsela., M.M. bahwa kegiatan jalan santai juga dapat meningkatkan kesehatan jiwa dan raga, hal ini sangat penting menjaga kesehatan, terangnya. Kegiatan jalan santai HUT BUMN ke-25 tahun ini diikuti 100 orang peserta civitas akademik antara lain dosen, tendik dan mahasiswa hal ini sebagai bentuk partisipasi dan komitmen UMU Buton mendukung kegiatan jalan santai yang diselenggarakan oleh cabang-cabang BRI seluruh Indonesia. Di akhir jalan santai ini disuguhkan beberapa acara berupa hiburan dan pembacaan nomor kupon pemenang lomba jalan santai dengan beberapa hadiah.   Dua orang mahasiswa UMU Buton mendapatkan hadiah.  Keikut sertaan UMU Buton bukan hanya karena hadiah tapi yang lebih penting adalah membangun komitmen dan kerjasama strategis dengan BUMN. Beragam  acara  hiburan  beragam  hadiah  disediakan  panitia  pada  acara  yang dipusatkan di Kotamara.   Pada acara ini peserta UMU Buton berjumlah 100 orang terdiri dari civitas akademik terdiri   Dosen, Tendik dan mahasiswa, pada acara ini 2 orang mahasiswa UMU Buton memenangkan hadiah hiburan. UMU Buton tidak hanya sekadar berpartisipasi tapi merupakan bukti komitmen dan kemitraan strategis dengan BUMN di Kota Baubau.

JALAN SEHAT BERSAMA BUMN Tema “ Bersama BUMN Menuju Indonesia Sehat” Read More »

SEMINAR TATAKELOLA PERGURUAN TINGGI

UMU 0NLINE, Universitas Muslim Buton  harus Mampu berbenah demikian tema besar yang disampaikan oleh Prof. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc.,P.Hd Guru Besar pada Universitas Hasanuddin. menurut beliau dengan revitalisasi Perguruan Tinggi, dapat memperkuat peran perguruan tinggi, meningkatkan kinerja perguruan tinggi dalam bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Menyikapi berbagai regulasi pemerintah terkait dengan penguatan dan revitalisasi perguruan tinggi, diperlukan pemahaman bersama bagi penyelenggara dan pengelola perguruan tinggi termasuk didukung dengan kualitas sumberdaya civitas perguruan tinggi. Sebagai narasuber tunggal  Prof. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc.,P.Hd Guru Besar pada Universitas Hasanuddin, beliau juga sebagai Rektor Universitas Muslim Maros, sebagai salah satu  perguruan tinggi swasta yang telah berdiri sejajar dengan PTS lainnya di wilayah LL Dikti IX. Sekilas menceritakan tentang sejarah perkembangan Universitas-universitas Swasta di Wilayah LL Dikti IX, khususnya Universitas Muslim Maros, dari status 3 sekolah tinggi menjadi Universitas, 7 tahun tahun silam, namun berkat kebersaman antara Yayasan sebagai penyelenggara Perguruan Tinggi dan Rektorat sebagai Pengelola Universitas, yang didukung oleh semangat kerja dan kualitas kerja civitas Perguruan Tinggi, dalam waktu 6 tahun  Universitas memperoleh kemajuan yang sangat pesat, bahkan telah mampu sejajar dengan PTS lainnya di wilayah LL Dikti IX, dengan tingkat kesejahteraan staf mendapatkan perhatian sejalan dengan perkembangan mahasiswa setiap tahunnya. Kebersamaan antara civitas perguruan tinggi dengan pengelola yayasan sangat penting, hal-hal yang bersifat disharmoni harus segera dibenahi, karena kondisi disharmoni dapat menjadikan lembaga tidak produktif, bagaimana agar semua pihak bisa “dalam kondisi terpuruk dapat berbenah, “sebab ketika dalam posisi kecil dapat berpikir besar’” no think to loose. UMU Buton harus menemukan dan menggali nilai apa yang perlu diunggulkan yang dapat membedakan dengan Perguruan tinggi lainnya seperti Kemampuan Entrepreneurship, Kemampuan Komunikasi dalam bahasa Inggris dlm era global, Kemampuan TIK menyambut era disrupsi/era digital dan Penanaman Nilai Islam Aswaja. Sebagai contoh Universitas Muslim Buton secara bertahap telah menanamkan spirit tersebut tersebut kepada seluruh civitas kademik UMU Buton. Sekarang Universitas  Muslim Buton juga dapat mengambil Spirit Trilogi UMU Buton dan Tata Nilai. Semakin banyak saingan maka semestinya kondisi Perguruan Tinggi semakin baik, harus melakukan penyesuaian dengan regulasi yang ada dan harus segera, tidak bisa ditunda-tunda lagi, kalau tidak kita akan tergilas. Penyelenggara (yayasan) bertanggungjawab pada keuangan dan anggaran, harus mampu mencari terobosan-terobosan keuangan baik dari pihak ketiga, pemerintah maupun dari yayasan itu sendiri, tidak bisa hanya mengandalkan sumber dari mahasiswa. Sedangkan Universitas sebagai penegelola Perguruan tinggi harus pula bertanggugjawab pula terhadap kualitas pengelolaan lembaga, kualitas hasil lulusan yang didukung oleh semangat kerja dan kualitas civitas perguruan tinggi, mereka harus kerjasama yang baik saling dukung mendukung, “tidak bisa hanya saling menyalahkan dan hanya berdiskusi, tetapi harus kerja nyata dan mengadakan perubahan yang signifikan dalam menghadapi regulasi pemerintah dan tuntutan masyarakat. Simpulan yang bisa disimak dari informasi beliau menurut Ketua Panitia Panitia (Aryo Nugroho, M.Sc) berkaitan dengan tata kelola Perguruan Tinggi: Harus ada pemisahan yang tegas antara kewenangan dan tanggungjawab yayasan dan Perguruan Tinggi tanpa saling mencampuri antara satu dengan lainnya tetapi harus bersinergi. Kewenangan tersebut harus diatur dalam Statuta sebagai aturan dasar dalam pengelolaan Perguruan Tinggi dan Statuta ini hrs menyesuaikan dengan perubahan perundang-undangan baik yang mengatur pendidikan tinggi maupun yayasan. Yayasan sebagai Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi berkewajiban dan memiliki otonomi untuk menyiapkan sarana prasarana, Sumber Daya Manusia, dan pendanaan termasuk mengusahakan sumber pendanaan dari pihak luar. Perguruan Tinggi sebagai penyelenggara pendidikan berkewajiban dan memiliki otonomi dalam menyelenggarakan pendidikan, terutama melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi Keberadan UMU Buton yang sekarang: (a)  UMU Buton satu-satunya Perguruan Tinggi swasta di wilayah LL Dikti IX dalam waktu 3, 5 tahun mampu naik klasterasi dari binaan menjadi Pratama; (b) UMU Buton sebagai PTS batu secara bertahap telah  menyelengarakan dan mengelola lembaga dengan berbasis IT, diharapkan 4 tahun kedepan paling tidak mampu terpenuhi pada 5 (lima) kegiatan, yaitu: 1) Tata kelola keuangan berbasis IT; 2) Tata Kelola pegawai berbasis IT; 3) Tata Kelola Akademik; 4) Tata Kelola Sarana Prasarana dan 5) Tata Kelola Mahasiswa; (c) Yayasannya lengkap memiliki regulasi yang berkaitan dengan tupoksi yayasan, dalam penyediaan sarana prasarana, sedemikian dan pendanaan (d) Anggaran bersifat terpusat dan tidak ada pungutan lain yang bertentangan dengan aturan yang sudah disepakati bersama antara yayasan dan Perguruan Tinggi; (e) UMU Butonterus didorong  memiliki banyak kerjasama dengan  Perguruan Tinggi dalam dan Luar Negeri; (f) Sistem penggajian di UMU Buton terus disesuaikan dengan  mengikuti sistem penggajian Dosen LL Dikti wilayah IX; (h) UMU Buton dalam posisi keuangan relatih terbatas dengan subsidi yayasan 70 % pertahunnya dalam mengatasi kebutuhan operasional penyelenggaraan pendidikan UMU Buton  sehingga terus dilakukan  efisiensi disetiap kegiatan Tridarma dengan pertimbangan yang matang dan dilakukan secara berhati-hati dan terus berupaya mengusahakan bantuan pihak ketiga dan Tidak semua kepanitiaan harus ada honornya tergantung pada keuangan yayasan. Prof. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc.,P.Hd  memberikan penekanan pula pada Kontruksi Perguruan tinggi dalam mewujudkan Bangsa berkehidupan cerdas, dan sejahtera, tetapi dalam pemaparannya lebih banyak menyampaikan dan mendiskusikan Skim Penelitian dan Pengabdian, bahkan kaitan dengan itu beliau menyarankan pada civitas akademika UMU Buton dapat membangun jaringan dengan perguruan tinggi lainnya termasuk dengan Universitas Muslim Maros. Universitas harus segera menfokuskan dan memperbaiki diri berkaitan dengan 1) membangun Kualitas Sumberdaya (Manusia, Keuangan, Metode, Sarana Prasarana dll); 2) penerapan prinsip-prinsip otonomi pengelolaan perguruan tinggi; 3) prinsip-prinsip penyelenggaraan perguruan tinggi dan 4) melaksanakan asas-asas pendidikan tinggi, yaitu a) kebenaran ilmiah, penalaran; b) kejujuran, keadilan dan manfaat; c) kebijakan, tanggungjawab dan d) kebinekaan dan keterjangkauan. Dengan demikian perguruan tinggi akan memiliki sumberdaya manusia yang unggul dan didukung oleh IPTEk yang unggul.   Dalam acara ini sebagai moderator Ridwan M.Sc dengan semangat dan gaya kelakar serta menampilkan nuansa akademik yang kental dapat mendorong para peserta berpartisipasi aktif dalam seminar ini, dengan peserta  kurang lebih 72 orang, terdiri dari undangan para pengelola dan akademisi perguruan tinggi se-UMU Buton, mahasiswa UMU.  Penanggungjawab seminar kali ini Juga Ridwan M.Sc, dalam akhir seminar  mengharapkan seluruh civitas terlibat aktif, baik mahasiswa maupun dosen, pegawai dalam setiap moment kegiatan akademik dan non-akademik UMU Buton, tunjukkan bahwa kita bisa kompak, dan ada keinginan untuk berbenah untuk kemajuan UMU Buton.   Demikian beberapa hal yang bisa kami sampaikan,  atas kerjasama semua pihak kami menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya seminar ini,  ada  banyak hal yang bisa kita

SEMINAR TATAKELOLA PERGURUAN TINGGI Read More »

BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK) PENGUATAN KELEMBAGAAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUSLIM BUTON

UMU 0NLINE, Universitas Muslim Buton menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) Penguatan Kelembagaan Mahasiswa Universitas Muslim Buton pada Rabu, 08 Maret 2023  yang diselenggarakan oleh Direktorat kemahasiswaan dan Kerjasama  (DKK) Universitas Muslim Buton. Dengan Menghadirkan Nara Sumber Prof. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc.,P.hD Guru Besar pada Universitas Hasanuddin, sekaligus sebagai Pejabat Rektor Universitas Muslim Maros. Kegiatan ini dihadiri oleh 72 peserta dari para Dosen/Staf Pengajar Peneliti/mahasiswa  di Lingkungan Universitas Muslim Buton  yang dilaksanakan di Hotel Mira BauBau. Organisasi mahasiswa merupakan salah satu wadah pengembangan bakat dan minat bagi potensi diri tiap mahasiswa, sehingga pengembangan organisasi mahasiswa dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan softskill dan pembentukan karakter bagi mahasiswa itu sendiri. Pengembangan soft skill dan karakter di perguruan tinggi kian mendapatkan perhatian utama dari seluruh pemangku kepentingan. Calon lulusan sarjana tidak hanya selalu dibekali hardskill saja karena pada dasarnya keberhasilan seorang sarjana nantinya adalah ketika terjun di masyarakat dimana akan sangat tergantung juga pada kemampuan softskill dan karakter yang dimiliki, sehingga dipandang sangat perlu untuk lebih intensif memberikan softskill dan pengembagan karakter bagi mahasiswa melalui beberapa kegiatan diantaranya adalah keaktifan di organisasi kemahasiswaan di dalam lingkup perguruan tinggi, baik melalui Unit Kegiatan Mahasiswa maupun melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi  kata nara sumber tunggal Bimtek Prof. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc.,P.hD. Melihat kebutuhan pengembangan ini, Direktorat  Kemahasiswaaan dan Kerjasama  (DKK) Universitas Muslim Buton melaksanakan Bimtek Penguatan Kelembagaan  Ormawa pada tanggal 08 Maret 2023. Dalam Bimtek ini diawali dengan memberikan materi singkat tentang Kelembagaan, manajemen organisasi Kemahasiswaan dan Tanya-jawab, Bimtek ini dirancang untuk memberikan pengarahan dan motivasi bagi setiap organisasi mahasiswa khususnya dalam bentuk pembuatan program kerja, pelaksanaan serta evaluasi dan pembuatan Laporan Pertanggung Jawaban. Isu utama dalam Bimtek  ini adalah berkaitan dengan tata kelola organisasi serta perencanaan program kerja Desa Binaan KSM-BBM, mengingat salah satu kendala  tidak berjalannya beberapa kegiatan di organisasi mahasiswa adalah berkaitan dengan faktor tata kelola dan kepemimpinan. Acara disamping dihadiri dosen dan tendik juga melibatkan perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA). Bintek ini lebih dimsksudksn Sebagai upaya untuk terus memperkuat kelembagaan kemahasiswaan dan peningkatan prestasi mahasiswa

BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK) PENGUATAN KELEMBAGAAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUSLIM BUTON Read More »