Selama Datang FKIP UMU Buton

Author name: adminfkip

FKIP UMU Buton Matangkan Dokumen Kriteria 1 sebagai Langkah Strategis Menuju Akreditasi Fakultas

FKIP UMU Buton Matangkan Dokumen Kriteria 1 sebagai Langkah Strategis Menuju Akreditasi Fakultas

Baubau – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) menggelar rapat persiapan penyusunan Dokumen Kriteria 1 sebagai bagian dari tahapan akreditasi fakultas. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat FKIP tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FKIP, Irawati Windani, S.Pd., M.Pd., serta dihadiri oleh jajaran pimpinan program studi dan tim penyusun dokumen akreditasi. Rapat ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh dokumen pada Kriteria 1 yang mencakup visi, misi, tujuan, strategi, tata pamong, tata kelola, dan kerja sama sebagai dasar penilaian dalam proses akreditasi fakultas. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah koordinasi untuk menyamakan persepsi serta menyusun langkah-langkah strategis dalam melengkapi dokumen pendukung sesuai dengan instrumen akreditasi yang berlaku. Dalam arahannya, Irawati Windani menegaskan bahwa akreditasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan kerja sama seluruh sivitas akademika. Ia mengajak seluruh tim untuk bekerja secara cermat, sistematis, dan berorientasi pada mutu agar setiap dokumen yang disusun mampu menggambarkan kinerja serta capaian FKIP secara komprehensif. Melalui rapat ini, seluruh peserta turut melakukan evaluasi terhadap kelengkapan dokumen dan menyepakati tindak lanjut untuk penyempurnaan data pendukung. Diharapkan, persiapan yang dilakukan secara maksimal dapat memperkuat kesiapan FKIP Universitas Muslim Buton dalam menghadapi proses akreditasi, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas tata kelola, layanan akademik, dan budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan fakultas.

FKIP UMU Buton Matangkan Dokumen Kriteria 1 sebagai Langkah Strategis Menuju Akreditasi Fakultas Read More »

Rapat Evaluasi Akademik dan Persiapan Akreditasi Program Studi Bahasa Inggris Universitas Muslim Buton

Rapat Evaluasi Akademik dan Persiapan Akreditasi Program Studi Bahasa Inggris Universitas Muslim Buton

Baubau, 22 Juli 2026 – Program Studi Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) melaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Program Studi, seluruh dosen tetap Program Studi Bahasa Inggris, serta tenaga kependidikan. Rapat ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya evaluasi pelaksanaan kegiatan akademik Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus membahas berbagai agenda strategis dalam rangka peningkatan mutu Program Studi, khususnya persiapan menghadapi proses akreditasi serta penyusunan strategi peningkatan penerimaan mahasiswa baru. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Bahasa Inggris menyampaikan bahwa rapat koordinasi merupakan forum penting untuk mengevaluasi capaian yang telah dilaksanakan sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan secara berkelanjutan. Melalui evaluasi yang komprehensif, diharapkan seluruh sivitas akademika Program Studi Bahasa Inggris dapat terus meningkatkan kualitas layanan akademik, tata kelola program studi, serta pencapaian indikator mutu yang menjadi bagian dari penilaian akreditasi. Evaluasi Pelaksanaan Perkuliahan Semester Genap Agenda pertama rapat difokuskan pada evaluasi pelaksanaan kegiatan akademik selama Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Berdasarkan hasil evaluasi bersama, pelaksanaan proses pembelajaran dinilai telah berlangsung dengan baik dan sesuai dengan kalender akademik yang telah ditetapkan oleh universitas. Salah satu fokus utama pembahasan adalah pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Berdasarkan laporan dari masing-masing dosen pengampu mata kuliah, seluruh dosen Program Studi Bahasa Inggris yang berjumlah tujuh orang telah melaksanakan Ujian Akhir Semester sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku. Proses pelaksanaan ujian berjalan dengan tertib, lancar, dan telah memenuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan oleh universitas. Selain pelaksanaan ujian, proses penilaian hasil belajar mahasiswa juga telah dilaksanakan secara profesional dengan tetap mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Seluruh dosen berkomitmen menyelesaikan proses input nilai sesuai jadwal akademik sehingga pelayanan akademik kepada mahasiswa tetap berjalan secara optimal. Meskipun secara umum pelaksanaan perkuliahan dan evaluasi pembelajaran telah berjalan dengan baik, rapat juga menghasilkan beberapa catatan penting sebagai bahan perbaikan pada semester berikutnya. Salah satu masukan yang menjadi perhatian bersama adalah perlunya peningkatan peran dosen sebagai Pembimbing Akademik (PA). Dalam rapat disampaikan bahwa setiap Pembimbing Akademik diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada mahasiswa bimbingannya. Pendampingan tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), tetapi juga mencakup pengawasan terhadap perkembangan akademik mahasiswa, tingkat kehadiran, capaian hasil belajar, penyelesaian tugas akhir, hingga berbagai kendala akademik maupun nonakademik yang berpotensi memengaruhi keberhasilan studi mahasiswa. Peran Pembimbing Akademik dipandang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam mendampingi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan. Oleh karena itu, setiap dosen PA diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih aktif dengan mahasiswa, melakukan monitoring secara berkala, serta memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi mahasiswa agar angka keberhasilan studi dapat terus meningkat. Persiapan Akreditasi Program Studi Bahasa Inggris Agenda kedua rapat membahas persiapan akreditasi Program Studi Bahasa Inggris yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Mengingat proses akreditasi merupakan salah satu agenda strategis yang menentukan mutu dan reputasi program studi, seluruh dosen menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi aktif dalam proses persiapan tersebut. Salah satu fokus utama pembahasan adalah percepatan pengumpulan data dan dokumen pendukung yang akan digunakan dalam penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) versi 3.0. Seluruh dosen diberikan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing untuk melengkapi data tridharma perguruan tinggi, meliputi kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, karya inovatif, prestasi dosen, prestasi mahasiswa, serta berbagai bentuk kerja sama yang telah dilaksanakan oleh Program Studi Bahasa Inggris. Selain pengumpulan data LKPS, rapat juga membahas pentingnya memastikan bahwa seluruh dokumen pendukung tersusun secara sistematis, terdokumentasi dengan baik, mudah ditelusuri, dan sesuai dengan indikator yang dipersyaratkan dalam instrumen akreditasi terbaru. Seluruh data yang dihimpun akan menjadi dasar dalam penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan dokumen pendukung lainnya. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa keberhasilan akreditasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Ketua Program Studi atau tim akreditasi semata, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika Program Studi Bahasa Inggris. Oleh karena itu, setiap dosen diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam melengkapi dokumen, memperbarui data kegiatan tridharma, serta menjaga kualitas pelaksanaan seluruh aktivitas akademik sesuai standar mutu yang berlaku. Strategi Peningkatan Penerimaan Mahasiswa Baru Sebagai agenda lanjutan, rapat juga membahas berbagai strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru Program Studi Bahasa Inggris pada tahun akademik mendatang. Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa persaingan antarprogram studi dan perguruan tinggi semakin kompetitif sehingga diperlukan inovasi dalam strategi promosi. Program Studi Bahasa Inggris diharapkan mampu memperkenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki kepada masyarakat secara lebih luas melalui media promosi yang efektif dan berkelanjutan. Beberapa strategi yang menjadi rekomendasi rapat antara lain meningkatkan kegiatan promosi langsung ke SMA, SMK, dan MA melalui program sosialisasi kampus, memperkuat pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan Program Studi, menyelenggarakan lomba Bahasa Inggris, seminar, workshop, English Camp, dan pelatihan TOEFL sebagai bentuk pengabdian sekaligus media promosi kepada calon mahasiswa. Selain itu, rapat juga mendorong optimalisasi peran mahasiswa dan alumni sebagai duta promosi Program Studi Bahasa Inggris. Testimoni alumni yang telah berhasil berkarier di berbagai bidang dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas lulusan Program Studi. Di samping itu, penyusunan video profil Program Studi, publikasi prestasi mahasiswa dan dosen, serta penyebarluasan informasi mengenai peluang karier lulusan Bahasa Inggris menjadi bagian dari strategi promosi yang akan terus dikembangkan. Rapat juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang lebih luas dengan sekolah, instansi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan lainnya sebagai upaya memperluas jejaring kerja sama sekaligus meningkatkan daya tarik Program Studi Bahasa Inggris di tengah masyarakat. Penutup Melalui rapat koordinasi ini, Program Studi Bahasa Inggris Universitas Muslim Buton menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, memperkuat tata kelola akademik, mempersiapkan proses akreditasi secara maksimal, serta mengembangkan berbagai strategi inovatif dalam meningkatkan jumlah mahasiswa baru. Seluruh hasil rapat diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh setiap dosen sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan komitmen terhadap peningkatan mutu, Program Studi Bahasa Inggris optimis mampu menghadapi proses akreditasi dengan baik serta terus berkembang menjadi program studi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Rapat Evaluasi Akademik dan Persiapan Akreditasi Program Studi Bahasa Inggris Universitas Muslim Buton Read More »

FKIP UMU Buton dan MIS Azziki Kalia-lia Jalin Kerja Sama melalui Penandatanganan MoU

FKIP UMU Buton dan MIS Azziki Kalia-lia Jalin Kerja Sama melalui Penandatanganan MoU

Baubau – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan kemitraan dengan berbagai lembaga pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Dekan FKIP UMU Buton, Irawati Windani, S.Pd., M.Pd dan Kepala MIS Azziki Kalia-lia, Harlina, S.Pd.I, yang dilaksanakan di MIS Azziki Kalia-lia, Kota Baubau, Rabu (22/07/2026). Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar guna mendukung peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta implementasi program-program akademik yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Dekan FKIP UMU Buton menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya fakultas untuk memperluas jaringan kemitraan dengan sekolah dan madrasah sebagai wahana implementasi berbagai program pendidikan. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa FKIP diharapkan memperoleh pengalaman nyata dalam dunia pendidikan melalui kegiatan praktik lapangan, pengabdian kepada masyarakat, penelitian, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang relevan dengan kebutuhan sekolah. Sementara itu, Kepala MIS Azzikir Kalia-lia menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan FKIP UMU Buton akan memberikan peluang bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendampingan akademik, pelatihan guru, serta berbagai program pengembangan kompetensi yang dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Dekan FKIP UMU Buton, Irawati Windani, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya fakultas untuk memperluas jaringan kemitraan dengan sekolah dan madrasah sebagai wahana implementasi berbagai program pendidikan. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa FKIP diharapkan memperoleh pengalaman nyata dalam dunia pendidikan melalui kegiatan praktik lapangan, pengabdian kepada masyarakat, penelitian, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang relevan dengan kebutuhan sekolah. Sementara itu, Kepala MIS Azziki Kalia-lia, Harlina, S.Pd.I, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan FKIP UMU Buton akan memberikan peluang bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendampingan akademik, pelatihan guru, serta berbagai program pengembangan kompetensi yang dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi pelaksanaan praktik kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM), penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik, penyelenggaraan seminar, workshop, serta kegiatan lain yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui penandatanganan MoU ini, FKIP UMU Buton berharap hubungan kemitraan dengan MIS Azzikir Kalia-lia dapat berjalan secara berkelanjutan dan menghasilkan berbagai program inovatif yang memberikan dampak positif bagi pengembangan institusi, peningkatan kompetensi guru, serta peningkatan kualitas lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan. Melalui penandatanganan MoU ini, FKIP UMU Buton berharap hubungan kemitraan dengan MIS Azziki Kalia-lia dapat berjalan secara berkelanjutan dan menghasilkan berbagai program inovatif yang memberikan dampak positif bagi pengembangan institusi, peningkatan kompetensi guru, serta peningkatan kualitas lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan. Kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen FKIP UMU Buton dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Buton Selatan serta kawasan sekitarnya.

FKIP UMU Buton dan MIS Azziki Kalia-lia Jalin Kerja Sama melalui Penandatanganan MoU Read More »

Kreatif dan Edukatif, Mahasiswa PGSD UMU Buton Gelar Bazar Gizi pada UAS Mata Kuliah Pembelajaran IPA SD

Kreatif dan Edukatif, Mahasiswa PGSD UMU Buton Gelar Bazar Gizi pada UAS Mata Kuliah Pembelajaran IPA SD

Baubau – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Pembelajaran IPA SD. Berbeda dari pelaksanaan ujian pada umumnya, kegiatan ini dikemas dalam bentuk bazar edukatif yang menampilkan beragam olahan makanan dan minuman sebagai media pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan pemahaman konsep IPA, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan teori dengan praktik nyata. Setiap kelompok mahasiswa menyajikan berbagai jenis makanan yang disertai informasi mengenai kandungan zat gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat, serta manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Penyajian dilakukan secara menarik agar mampu memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan mudah dipahami. Dosen pengampu mata kuliah menjelaskan bahwa pelaksanaan UAS dalam bentuk bazar merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan mengembangkan kompetensi pedagogik, kreativitas, kemampuan komunikasi ilmiah, serta keterampilan berpikir kritis mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar. Selain menguasai materi pembelajaran IPA, mahasiswa juga dituntut mampu merancang media dan aktivitas pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Suasana bazar berlangsung semarak dengan antusiasme mahasiswa yang mempresentasikan hasil karyanya kepada dosen, mahasiswa lain, dan pengunjung. Setiap stan tidak hanya menyuguhkan aneka makanan, tetapi juga dilengkapi poster edukasi yang menjelaskan kandungan gizi, nilai nutrisi, serta pentingnya penerapan pola konsumsi makanan bergizi seimbang sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Kegiatan ini menjadi implementasi pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL), di mana mahasiswa didorong untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang meliputi kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, dan berkreasi. Pendekatan ini juga memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan konsep-konsep sains dengan fenomena yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelaksanaan UAS berbasis bazar edukatif ini, Program Studi PGSD FKIP Universitas Muslim Buton menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran. Diharapkan, lulusan PGSD tidak hanya memiliki penguasaan materi yang baik, tetapi juga mampu menjadi pendidik profesional yang kreatif, inovatif, serta mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik di sekolah dasar.

Kreatif dan Edukatif, Mahasiswa PGSD UMU Buton Gelar Bazar Gizi pada UAS Mata Kuliah Pembelajaran IPA SD Read More »

FKIP Universitas Muslim Buton Gelar Rapat Evaluasi Dokumen Pendukung Akreditasi Program Studi

FKIP Universitas Muslim Buton Gelar Rapat Evaluasi Dokumen Pendukung Akreditasi Program Studi

Baubau – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) menyelenggarakan Rapat Evaluasi Dokumen Pendukung Akreditasi Program Studi yang diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, sekretaris program studi, Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta tim penyusun dokumen akreditasi di lingkungan FKIP. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen FKIP dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal sekaligus memastikan kesiapan setiap program studi dalam menghadapi proses akreditasi. Rapat difokuskan pada evaluasi terhadap kelengkapan, kesesuaian, dan mutu dokumen pendukung yang menjadi bagian penting dalam pemenuhan kriteria akreditasi sesuai dengan instrumen yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) maupun Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Dalam arahannya pimpinan FKIP, Irawati Windani menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar proses administratif, melainkan instrumen strategis untuk mengukur tingkat pencapaian mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, setiap dokumen yang disusun harus mampu merepresentasikan secara komprehensif implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tata kelola kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, capaian pembelajaran lulusan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. Melalui forum evaluasi ini, setiap program studi mempresentasikan perkembangan penyusunan dokumen sekaligus memperoleh masukan konstruktif terkait substansi, kelengkapan data dukung, konsistensi narasi, serta kesesuaian bukti fisik dengan indikator penilaian akreditasi. Proses diskusi berlangsung secara akademik dengan mengedepankan prinsip objektivitas, akuntabilitas, dan perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement). Rapat evaluasi ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan persepsi seluruh tim dalam penyusunan dokumen akreditasi, sehingga setiap program studi memiliki standar kualitas yang seragam dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola program studi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkesinambungan. Melalui pelaksanaan rapat evaluasi dokumen pendukung akreditasi ini, FKIP Universitas Muslim Buton menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan program studi yang memiliki daya saing tinggi, memenuhi standar nasional pendidikan tinggi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pembangunan daerah, dan kemajuan pendidikan di Indonesia.

FKIP Universitas Muslim Buton Gelar Rapat Evaluasi Dokumen Pendukung Akreditasi Program Studi Read More »

Baubau – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penggunaan Aplikasi AKUIS untuk Analisis Instrumen Penelitian Pendidikan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa FKIP bersama para dosen.

FKIP UMU Buton Gelar Sosialisasi Penggunaan Aplikasi AKUIS untuk Analisis Instrumen Penelitian Pendidikan

Baubau – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penggunaan Aplikasi AKUIS untuk Analisis Instrumen Penelitian Pendidikan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa FKIP bersama para dosen. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Rasmuin, M.Pd., yang memberikan pemahaman mendalam mengenai pemanfaatan aplikasi AKUIS dalam mendukung kualitas penelitian di bidang pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen dalam menyusun serta menganalisis instrumen penelitian secara lebih efektif, akurat, dan ilmiah. Melalui aplikasi AKUIS, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur yang dapat digunakan untuk menguji kualitas instrumen penelitian, mulai dari validitas, reliabilitas, hingga pengolahan data yang mendukung penyusunan karya ilmiah. Dalam paparannya, Prof. Dr. Rasmuin, M.Pd. menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam penelitian pendidikan merupakan kebutuhan yang harus dikuasai oleh akademisi di era digital. Menurutnya, aplikasi AKUIS hadir sebagai solusi praktis yang membantu peneliti memperoleh hasil analisis instrumen yang lebih cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik langsung penggunaan aplikasi AKUIS. Antusiasme mahasiswa dan dosen terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab mengenai penerapan aplikasi dalam berbagai jenis penelitian pendidikan. Dekan FKIP Universitas Muslim Buton, Irawati Windani, S.Pd., M.Pd menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi ini mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa dan dosen dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas serta mendorong terciptanya budaya riset yang inovatif di lingkungan FKIP. Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Muslim Buton menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program akademik yang mendukung penguatan kompetensi penelitian, sekaligus mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta berdaya saing.

FKIP UMU Buton Gelar Sosialisasi Penggunaan Aplikasi AKUIS untuk Analisis Instrumen Penelitian Pendidikan Read More »

English Beyond the Classroom: ESA English Meeting Hadirkan Ruang Belajar Outdoor untuk Mengasah Kemampuan Speaking Mahasiswa

English Beyond the Classroom: ESA English Meeting Hadirkan Ruang Belajar Outdoor untuk Mengasah Kemampuan Speaking Mahasiswa

Baubau, UMU Online, 17 Juli 2026 – Suasana belajar yang berbeda tampak dalam pelaksanaan English Meeting yang diselenggarakan oleh English Students Association (ESA) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muslim Buton (UMU Buton). Kegiatan yang menjadi agenda rutin mingguan organisasi mahasiswa tersebut kembali menghadirkan nuansa pembelajaran yang menyenangkan dengan memilih lokasi outdoor yang asri dan jauh dari suasana formal ruang kelas. Dikelilingi pepohonan hijau, udara segar, dan panorama alam yang menenangkan, para mahasiswa berkumpul untuk berdiskusi, berlatih berbicara, serta membangun kepercayaan diri menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata. English Meeting merupakan salah satu program unggulan ESA yang dirancang sebagai wadah pengembangan kemampuan berbahasa Inggris, khususnya speaking skills, melalui aktivitas komunikasi yang aktif, interaktif, dan kontekstual. Berbeda dengan pembelajaran formal di kelas yang lebih berorientasi pada capaian akademik, kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menggunakan bahasa Inggris secara alami dalam berbagai bentuk interaksi, mulai dari diskusi kelompok, presentasi singkat, debat ringan, storytelling, role play, problem solving, hingga permainan edukatif yang semuanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Pelaksanaan kegiatan di ruang terbuka bukan tanpa alasan. ESA meyakini bahwa lingkungan belajar yang nyaman mampu mengurangi kecemasan mahasiswa ketika berbicara menggunakan bahasa asing. Suasana santai di tempat wisata atau lokasi bernuansa alam memberikan pengalaman belajar yang lebih rileks sehingga mahasiswa terdorong untuk lebih aktif mengemukakan pendapat, menyampaikan ide, serta membangun komunikasi dengan teman-temannya tanpa rasa takut melakukan kesalahan. Dalam pertemuan kali ini, sejumlah mahasiswa tampil secara bergantian menjadi moderator, pemateri, maupun fasilitator diskusi. Mereka memandu jalannya kegiatan sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, memberikan tanggapan terhadap suatu isu, serta melatih kemampuan berpikir kritis melalui diskusi yang berlangsung secara komunikatif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara, tetapi juga memperkaya kosakata, memperbaiki pelafalan (pronunciation), meningkatkan kelancaran berbicara (fluency), dan membangun ketepatan penggunaan tata bahasa (accuracy). Berbagai topik yang diangkat dalam English Meeting selalu disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari maupun isu-isu aktual sehingga lebih dekat dengan pengalaman mahasiswa. Tema-tema seperti pendidikan, teknologi, lingkungan, budaya lokal, media sosial, pariwisata, kesehatan mental, kepemimpinan, hingga pengembangan diri menjadi bahan diskusi yang menarik. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar bahasa Inggris sebagai mata kuliah, tetapi juga belajar menggunakannya sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan gagasan secara efektif. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun kebiasaan berpikir dalam bahasa Inggris. Selama kegiatan berlangsung, peserta didorong untuk meminimalkan penggunaan bahasa Indonesia dan lebih banyak menggunakan bahasa Inggris dalam setiap interaksi. Apabila menemui kesulitan dalam menyampaikan ide, fasilitator memberikan bantuan berupa kosakata, ekspresi, maupun struktur kalimat yang sesuai sehingga proses belajar tetap berlangsung secara alami tanpa memberikan tekanan kepada peserta. Keunikan lain dari English Meeting ESA adalah pendekatan pembelajaran yang mengedepankan kolaborasi. Tidak ada batasan antara mahasiswa semester awal maupun semester akhir. Seluruh peserta saling mendukung dan memberikan umpan balik secara positif. Mahasiswa yang telah memiliki kemampuan berbicara lebih baik berperan sebagai mentor bagi teman-temannya, sedangkan mahasiswa baru memperoleh kesempatan belajar langsung melalui praktik komunikasi yang intensif. Budaya saling membantu inilah yang menjadi salah satu kekuatan organisasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan produktif. Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi bahasa Inggris, English Meeting juga menjadi media pengembangan soft skills mahasiswa. Setiap peserta dilatih untuk memiliki keberanian tampil di depan umum, kemampuan memimpin diskusi, bekerja sama dalam tim, berpikir kritis, menyampaikan argumentasi secara logis, serta menghargai perbedaan pendapat. Kompetensi-kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun tantangan global yang semakin kompetitif. Pemilihan lokasi kegiatan yang berpindah-pindah juga memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik. ESA secara rutin memanfaatkan berbagai ruang publik, taman, kawasan wisata, maupun lokasi terbuka lainnya sebagai tempat penyelenggaraan English Meeting. Konsep ini memberikan suasana baru di setiap pertemuan sehingga mahasiswa tidak merasa jenuh. Alam terbuka sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi berbagai aktivitas pembelajaran, seperti descriptive speaking, impromptu speech, observational discussion, hingga environmental storytelling. Melalui konsep pembelajaran di luar kelas, mahasiswa diajak memahami bahwa belajar bahasa Inggris tidak harus selalu dilakukan di ruang kuliah. Bahasa merupakan alat komunikasi yang akan berkembang apabila digunakan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ESA berupaya membangun budaya berbahasa Inggris yang hidup melalui aktivitas yang menyenangkan, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Setiap sesi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan, tanggapan, dan diskusi yang menunjukkan meningkatnya rasa percaya diri mahasiswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Kesalahan dalam pengucapan maupun tata bahasa tidak dijadikan sebagai hambatan, melainkan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang terus diperbaiki melalui latihan yang berkelanjutan. Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap visi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMU Buton dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki kemampuan komunikasi internasional. Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris tidak lagi dipandang sekadar sebagai capaian akademik, tetapi sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki calon pendidik maupun profesional di era globalisasi. Keberlangsungan English Meeting setiap minggu menunjukkan komitmen ESA dalam membangun budaya akademik yang aktif dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi wadah kegiatan administratif, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mampu melengkapi proses pendidikan formal di kampus. Ke depan, ESA berencana memperkaya variasi kegiatan dengan menghadirkan lebih banyak program berbasis praktik komunikasi, seperti English Camp, English Debate, Public Speaking Competition, English Fun Games, Movie Discussion, Book Review Session, serta kolaborasi bersama mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring akademik dan organisasi. Melalui English Meeting, ESA membuktikan bahwa pembelajaran bahasa Inggris dapat berlangsung secara menyenangkan tanpa mengurangi kualitas akademiknya. Suasana santai di alam terbuka justru menjadi katalis yang mendorong mahasiswa lebih berani berbicara, lebih aktif berdiskusi, dan lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi. Semangat belajar yang ditunjukkan para mahasiswa menjadi gambaran bahwa proses penguasaan bahasa asing membutuhkan konsistensi, keberanian, dan lingkungan yang mendukung. Dengan menjadikan English Meeting sebagai agenda rutin mingguan, ESA terus menanamkan budaya “Learning English by Using English”, yaitu belajar bahasa Inggris melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi yang akan membuka lebih banyak peluang di tingkat nasional maupun internasional.

English Beyond the Classroom: ESA English Meeting Hadirkan Ruang Belajar Outdoor untuk Mengasah Kemampuan Speaking Mahasiswa Read More »

Baubau, Kamis, 16 Juli 2026 – Universitas Muslim Buton kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dan budaya riset melalui penyelenggaraan Kuliah Umum bertema "Analisis Kualitas Instrumen Penelitian Pendidikan". Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Muslim Buton ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Rasmuin, M.Pd. bersama tim, dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Ikuti Kuliah Umum Bertema Analisis Kualitas Instrumen Penelitian Pendidikan

Baubau, Kamis, 16 Juli 2026 – Universitas Muslim Buton kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dan budaya riset melalui penyelenggaraan Kuliah Umum bertema “Analisis Kualitas Instrumen Penelitian Pendidikan”. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Muslim Buton ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Rasmuin, M.Pd. bersama tim, dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pelaksanaan kuliah umum berlangsung dengan khidmat dan mendapat dukungan penuh dari unsur pimpinan Universitas Muslim Buton. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Muslim Buton beserta jajaran pimpinan Universitas, yang terdiri atas para Wakil Rektor, Dekan Fakultas, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), para Ketua Program Studi, dosen, serta sivitas akademika Universitas Muslim Buton. Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Rasmuin, M.Pd. menjelaskan bahwa instrumen penelitian merupakan fondasi utama dalam menghasilkan penelitian yang bermutu. Kualitas data yang diperoleh sangat bergantung pada kualitas instrumen yang digunakan. Oleh karena itu, setiap peneliti harus memahami tahapan penyusunan instrumen penelitian secara sistematis, mulai dari identifikasi variabel, penyusunan indikator, penyusunan kisi-kisi instrumen, pengembangan butir instrumen, hingga pengujian validitas dan reliabilitas sebelum instrumen digunakan dalam proses pengumpulan data. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa analisis kualitas instrumen tidak hanya bertujuan untuk mengetahui kelayakan suatu instrumen, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap butir pertanyaan atau pernyataan benar-benar mampu mengukur aspek yang diteliti. Melalui analisis tersebut, peneliti dapat memperoleh instrumen yang memiliki tingkat keakuratan tinggi sehingga hasil penelitian menjadi lebih objektif, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kuliah umum ini memberikan penguatan kepada mahasiswa mengenai pentingnya penguasaan metodologi penelitian sebagai bekal dalam menyusun proposal penelitian, tugas akhir, skripsi, maupun penelitian ilmiah lainnya. Materi yang disampaikan juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan instrumen penelitian sesuai dengan standar akademik serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi komitmen Universitas Muslim Buton dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan kapasitas akademik mahasiswa dan dosen. Penyelenggaraan kuliah umum juga menjadi wadah untuk memperluas wawasan keilmuan, memperkuat budaya riset, serta mendorong terciptanya penelitian yang inovatif, berkualitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat. Partisipasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen program studi dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, khususnya di bidang penelitian pendidikan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam penyusunan karya ilmiah yang memenuhi kaidah metodologi penelitian dan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu Pendidikan Geografi. Melalui kegiatan ini, Universitas Muslim Buton terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kuliah umum ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, memiliki kompetensi akademik yang kuat, serta mampu menjawab tantangan perkembangan dunia pendidikan di tingkat nasional maupun global. Humas Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muslim Buton

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Ikuti Kuliah Umum Bertema Analisis Kualitas Instrumen Penelitian Pendidikan Read More »

Project Mata Kuliah: American English Literature Bioskop Mini

Project Mata Kuliah: American English Literature Bioskop Mini

FKIP-UMU Buton. Hari rabu 15 Juli 2026, mahasiswa/i pendidikan Bahasa Inggris semester 2 melakukan nonton bersama di mini bioskop universitas muslim Buton.. Mata kuliah American English literature menjadi salah satu mata kuliah yang mengenalkan penuli-penulis sastra Amerika dan Inggris. Selain mengenalkan penulis-penulis nya mahasiswa/i juga harus mengetahui karya-karya sastra Amerika dan Inggris. Dan di akhir ujian semester mata kuliah tersebut menonton movie yang befurious”fast and furious” Yang diproduksi oleh Neal H Moritz. Mahasiswa/i tidak hanya menonton film tersebut tetapi mereka juga melihat dari unsur intrinsik dan ekstrinsik.. Mata kuliah tersebut di ampuh oleh ibu Hasrida Ardin, S. Hum., M. Hum. Selain itu juga mahasiswa/i dapat terhibur dengan menonton film tersebut dan bisa mendapatkan pelajaran dari film tersebut..Sastra Amerika tidak hanya hidup di lembar novel setebal 500 halaman. Ia hidup juga di dialog, kostum, dan emosi para tokoh di layar. Project “FROM PAGE TO SCREEN” adalah project mahasiswa/i Mata Kuliah American English Literature di program studi pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muslim Buton. Tujuan dengan menonton film tersebut untuk menjembatani sastra klasik Amerika dengan generasi digital. Dengan menonton adaptasi film dari karya sastra Amerika, mahasiswa/i dapat belajar memahami konteks sejarah, gaya bahasa, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tanpa kehilangan rasa cinta pada teks aslinya. Mahasiswa juga sering kesulitan memahami karya sastra Amerika seperti The Great Gatsby, To Kill a Mockingbird, atau The Scarlet Letter karena perbedaan budaya dan bahasa yang berat. Maka Project ini bertujuan untuk: 1. Literasi: Meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra Amerika 2. Analisis Kritis: Melatih kemampuan membandingkan novel vs film adaptation — apa yang setia, apa yang berubah, dan mengapa 3. Apresiasi: Menumbuhkan apresiasi terhadap American Dream, rasialisme, feminisme, dan nilai moral dalam karya sastra Amerika

Project Mata Kuliah: American English Literature Bioskop Mini Read More »

PKO UMU BUTON Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Implementasi Pendidikan Jasmani Adaptif di SLB Negeri 1 Baubau

PKO UMU BUTON Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Implementasi Pendidikan Jasmani Adaptif di SLB Negeri 1 Baubau

FKIP – UMU Buton. Baubau, Rabu, 15 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dirangkaikan dengan Tugas Akhir (UAS) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada mata kuliah Pendidikan Jasmani dan Adaptif. Kegiatan ini mengusung tema: “Implementasi Pendidikan Jasmani Adaptif bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus melalui Aktivitas Pembelajaran Inklusif dan Menyenangkan.” Kegiatan dilaksanakan di SLB Negeri 1 Baubau dengan melibatkan dosen pengampu, mahasiswa PKO UMU Buton, guru, serta peserta didik berkebutuhan khusus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah secara langsung dalam lingkungan pendidikan khusus. Berbagai aktivitas pembelajaran jasmani adaptif dilaksanakan secara interaktif dan menyenangkan dengan menyesuaikan karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan setiap peserta didik. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan gerak dasar, tetapi juga membangun rasa percaya diri, interaksi sosial, serta semangat belajar peserta didik berkebutuhan khusus. Dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Jasmani dan Adaptif, Muh. Ilham Hafid, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata di lapangan. “Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung dalam memberikan layanan Pendidikan Jasmani Adaptif kepada peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan ini menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menguatkan kompetensi profesional, kepedulian sosial, dan kemampuan mahasiswa dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif, humanis, dan menyenangkan,” ujar Muh. Ilham Hafid, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, Kepala SLB Negeri 1 Baubau, Masrato, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran dosen dan mahasiswa PKO UMU Buton yang telah berbagi pengalaman dan memberikan aktivitas pembelajaran yang bermanfaat bagi peserta didik di sekolah tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Muslim Buton, khususnya kepada Bapak Muh. Ilham Hafid, S.Pd., M.Pd., beserta seluruh mahasiswa yang telah memilih SLB Negeri 1 Baubau sebagai lokasi kegiatan pengabdian. Anak-anak kami sangat antusias mengikuti setiap aktivitas yang diberikan. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus,” ungkap Masrato, S.Pd. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya sinergi antara dunia perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pendidikan yang inklusif. Melalui kegiatan ini, PKO UMU Buton menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembelajaran yang berdampak nyata bagi masyarakat serta mencetak calon pendidik dan pelatih olahraga yang profesional, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap seluruh peserta didik tanpa terkecuali.

PKO UMU BUTON Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Implementasi Pendidikan Jasmani Adaptif di SLB Negeri 1 Baubau Read More »